Inilah Kebohongan Para Penata Rambut di Salon

Inilah Kebohongan Para Penata Rambut di Salon- Pernahkah Anda berada di salon lalu berdiskusi panjang dengan penata rambut mengenai gaya atau warna rambut yang cocok untuk Anda? Umumnya sebagai konsumen, kita kerap mengikuti saran para terapis kecantikan atau penata rambut karena menganggap mereka lebih ahli daripada diri kita.
Benarkah?
Faktanya belum tentu! Banyak sekali wanita sering merasa kecewa saat melangkah keluar setelah melihat hasil pekerjaan sang penata rias. Kesalahan kecil pada mahkota Anda pasti sangat berpengaruh terhadap keseluruhan penampilan.
Penyebab utama biasanya dikarenakan terjadinya miskomunikasi maksud Anda dengan penata rias, ketidakpahaman penata rias akan masalah kecantikan penataan rambut serta penata rias yang belum ahli atau memiliki jam terbang tinggi.
Selain beberapa penyebab diatas, masih terdapat 10 kebohongan lain yang sering dilakukan oleh penata rambut di salon. Ini di antaranya.
Produk buatan toko adalah perusak
Seringkali kita merasa nyaman dan aman saat terapis menawarkan pilihan produk yang dimiliki oleh salon tersebut, apalagi produk dengan merek terkenal. Nyatanya, Anda tidak tahu kandungan bahan yang terdapat didalamnya, apakah akan memperbaiki kondisi rambut atau merusaknya.
“Walaupun harga produk tersebut mahal karena diramu bahan-bahan berkualitas seperti minyak argan dan lainnya. Padahal, belum tentu kandungan bahan tersebut yang dibutuhkan oleh rambut Anda,” ujar Nora Croft, penata rambut terkenal di kota New York.
Sasha Alekseyeva, penata rambut dari Woodley dan Bunny merekomendasikan produk shampoo yang justru tidak mengurangi esensi minyak alami pada rambut. Sasha pun menyarankan untuk memastikan kandungan produk kondisioner yang dipakai jangan hanya sekedar melembapkan saja. Selain itu, Anda diharuskan bertanya atau mengedukasi diri mengenai dampak pemakaian produk seperti pewarna dan lainnya.
Anda harus merapikan rambut setiap enam minggu sekali
Tahukah Anda bahwa rambut akan terus bertumbuh setelah sehari pemotongan rambut di salon? Jadi jangan percaya kala penata rias rambut mengatakan gaya rambut Anda praktis dan bertahan lama.
Sasha berujar bahwa seharusnya wanita tidak usah terlalu sering merapikan rambut, dan hal tersebut tergantung pada keadaan rambut. Jika memang tekstur rambut cenderung rusak karena pewarnaan atau alat pengeriting rambut sehingga harus dirapikan minimal lima minggu sekali.
Potongan rambut membuat rambut nampak lebih tebal
Tidak semua model rambut cocok menerapkan gaya layers. Potongan layers yang umumnya dibuat meruncing pada bagian ujungnya memang bisa memberi kesan wajah lebih tirus.
“Layers atau bertumpuk memang bisa membuat rambut nampak tebal, namun hati-hati bagi wanita yang memiliki tekstur rambut halus yang jatuh serta tipis karena si pemilik rambut akan nampak seperti orang sakit atau lesu” ungkap Croft.
Rambut yang bagus harus selalu dipotong pendek
Jika Anda merasa memiliki seluruh persyaratan rambut indah nan sehat, ada kemungkinan penata rambut di salon akan menyarankan Anda untuk memangkas pendek rambut Anda, padahal hal tersebut belum tentu benar. Kalimat yang biasa diucapkan adalah ‘Rambut seperti ini selalu cocok dengan gaya atau model potongan apapun’.
“Jangan cepat terpengaruh tawaran penata rambut di salon. Kalau memang Anda suka atau siap mencoba gaya rambut baru, silahkan saja asalkan percaya diri. Namun jika Anda tetap suka dengan ukuran panjang rambut, rawat secara ekstra kesehatannya sebaik mungkin,” saran Sasha.
Mencuci rambut setiap hari adalah kebiasaan buruk
Seringkali aktivitas memicu keringat, minyak atau kotoran menempel pada rambut. Biasanya keramas adalah alternative utama menghilangkan kotoran, minyak, bau dan sebagainya. Namun, para penata rambut atau terapis salon sering menyarankan untuk keramas dua kali sehari.
“Frekuensi mencuci rambut terlalu sering menyebabkan kekeringan pada folikel, kutikula dan kulit kepala. Tapi, kelebihan minyak juga memicu ketombe, bau, kerontokan dan sebagainya. Cuci rambut sesuai kebutuhan menggunakan produk shampoo dan kondisioner alami berbasis minyak esensial,” saran Croft.

Posting Komentar